Kebiri Jalanku

Hai
Tulisan ini akan gua awali dengan meme yang lagi viral belakangan ini.

Mas Betmen:  Seberapa greget lo?

Jajang (anak pejabat):  Kemarin gua mau berangkat les...........

Jajang (anak pejabat):  BERANGKATNYA PAKE PENGAWAL😎😎😎😎😎😎😎

dialog diatas merupakan prolog dari topik yang akan gua bahas.

Gan pernah nggak elu di jalan lagi macet-macetnya, sama lagi pusing-pusingnya, 
terussssssss ada suara sirine dari belakang kalian minta dikasih jalan? kalo pernah, berarti elu sama kayak gua. Gua sebagai citizen yang tua dijalan pernah ngalamin hal itu.
Dua minggu yang lalu gua pulang dari les lewat jalan protokol, terus ada rombongan ormas lewat dari belakang gua "TUIUIUIT TOT TOT" mereka pake voorijder, terus gua liat ke kanan eh ternyata mereka lagi konvoi. Menurut gua lucu aja sih, karena jalan kan milik bersama apalagi jalan dibuat kan dari uang rakyat, tapi kenapa elu mau diistimewakan. Dalam konteks ini gua nggak ngomongin ambulans, mobil damkar, presiden yaaa, yang gua omongin adalah "pejabat" dan"konvoi" yang tidak berwenang dan untuk meminta jasa voorijder. Gua juga pernah liat ada pawai moge, pake voorijder anjaaay, udah gitu pas udah dikasih jalan salah satu anggotanya ngacungin jari tengah lagii. Dari situ gua ngeliat emang bener kata Bona Paputungan di lagunya "Andai ku Gayus" , kata dia "anehnya di negri ini hukuman bisa dibeli" dan itu emang terjadi sekarang. Tapi apakah yang gua resahkan itu benar?


aturan yang ada di UU 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Aturannya tercantum di Pasal 134 dan pasal 135, berikut isinya:

Pasal 134

Pengguna Jalan yang memperoleh hak utama untuk didahulukan sesuai dengan urutan berikut:
a. Kendaraan pemadam kebakaran yang sedang melaksanakan tugas;
b. Ambulans yang mengangkut orang sakit;
c. Kendaraan untuk memberikan pertolongan pada Kecelakaan Lalu Lintas;
d. Kendaraan pimpinan Lembaga Negara Republik Indonesia;
e. Kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing serta lembaga internasional yang menjadi tamu negara;
f. Iring-iringan pengantar jenazah; dan
g. Konvoi dan/atau Kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Pasal 135

(1) Kendaraan yang mendapat hak utama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 harus dikawal oleh petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia dan/atau menggunakan isyarat lampu merah atau biru dan bunyi sirene.
(2) Petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia melakukan pengamanan jika mengetahui adanya Pengguna Jalan sebagaimana dimaksud pada ayat (1).
(3) Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas dan Rambu Lalu Lintas tidak berlaku bagi Kendaraan yang mendapatkan hak utama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134.

                                                                                                                                                          
Dalam Pasal 134, disebutnya pimpinan Lembaga Negara Republik Indonesia. Dalam UUD 1945, Lembaga Negara RI adalah MPR, DPR, DPD, Presiden, Wakil Presiden, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), MA, MK.
Sedangkan konvoi atau kendaraan kepentingan tertentu dalam Pasal 134 UU 22 Tahun 2009 huruf g, disebutkan “menurut pertimbangan petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia”

Sumber : http://ntmcpolri.info/home/aturan-penggunaan-motor-voorijder/

Jadi apakah yang gua tuduh mencuri hak pemakai jalan itu benar-benar melanggar? dari penjelasan diatas Pasal 134 dijelaskan bahwa Kendaraan pimpinan Lembaga Negara Republik Indonesia lalu dibawahnya juga ditulis yang disebut Lembaga adalah Legislatif, Eksekutif, Yudikatif dan BPK berhak untuk dikawal.
Dengan begitu jika kalian menemui mobil berplat merah dan dikawal oleh voorijder ternyata bukan pejabat yang disebukan diatas berhak kalian minta pertanggungjawabannya.
Lalu di pasal 134 juga dijelaskan bahwa Konvoi dan/atau Kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia harus dikawal oleh petugas yang berkewajiban, yang artinya konvoi moge dan mobil sport memunyai hak untuk meminta dikawal atas pertimbangan petugas kepolisian 😊

Dengan begitu tuduhan gua tidak sepenuhnya benar, menurut gua kita sebetulnya nggak usah terlalu pusing tentang hak pengguna jalan dan sebagainya, kita seharusnya sadar diri karena yang sudah berkendara kan sudah umur 17+ jadi udah dewasa, udah bisa milih mana yang bener mana yang salah. 
Kita sebetulnya nggak butuh gonta ganti pemimpin supaya jadi negara maju, yang kita butuhkan adalah Kedewasaan Negaranya udah itu doangan.

Jadi gimana menurut kalian?

Terimakasih sudah menyempatkan untuk membaca tulisan keresahan gua.


Comments