lebih baik golput di pemilu 2019

Tulisan ini murni berdasarkan keresahan gua sebagai anak SMA kelas 12 terhadap PEMILU LEGISLATIF 2019. Sebelumnya gua emang suka dengan politik, entah itu dalam atau luar negeri, apalagi bentar lagi kan mau ada pemilu. Tapiiiiiii ada sesuatu yang aneh di setiap pemilu di Indonesia, yaituuuu pemilu legislatif, kenapa aneh menurut gua?. Gua nggak punya hasrat buat nyoblos salah satu calon DPR/DPRD di kota gua, dikota lain pun juga sama. Alesannya adalah....
gua nggak tau dan nggak kenal calon yang bakal jadi wakil rakyat. Contohnya sekarang, gua udah boleh nyoblos, tapi gua nggak tau yang mau gua coblos ini orang yang tepat apa nggak. Takutnya nanti gua udah percaya sama calonnya eh dia malah kena OTT KPK, kan sayang kertas sama pakunya dibuang sia-sia.

Kemarin pas gua pulang les, gua lewat perempatan yang lumayan gede dan biasanya kalo perempatannya rame dan gede pasti banyak baliho, entah itu baliho produk, entah itu baliho kampanye. Nah pas dilampu merah gua liat ada baliho kampanye dari Partai Soli*****as Indonesia, terus gua baca slogannya "Bersih, Merakyat, Makarya", dalam ati gua "anying pasaran banget nih slogan". Menurut gua itu slogan classic banget sih, pasti elu juga pernah baca slogan ini entah itu dari partai manapun. Teruus biasanya buat nunjukin kalo "dia" itu orang asli sana (putra daerah) pasti ditambahin bahasa daerah di slogannya. contoh

Di contoh baliho atas slogannya "Kabeh Sedulur Kabeh Makmur", menurut gua itu bagus, karena slogan itu bisa dibuat selain untuk kampanye. Maksudnya "Kabeh Sedulur Kabeh Makmur" kan mengajak kita untuk solid sesama Indonesia, jadi nggak murni 100% kampanye walaupun akhirnya ada ajakan buat milih calonnya juga sih. Tapi seenggaknya, tidak sekaku "Bersih, Merakyat, Adil" kaaaaan.

Jadi kesimpulannya gua nggak bakal nyoblos di pemilu legislatif 2019, karena pertama gua nggak kenal siapa yang jadi calonnya, dia darimana, dia siapa, reputasinya gimana, apa yang sudah dia buat ke Indonesia. Terus yang kedua gua masih kurang percaya sama partai-partai di Indonesia, entah mengapa. Gua lebih percaya ke orang yang di dalam partai daripada the whole party itu. Semisal gua percaya sama bapak Ganjar Pranowo tapi tidak sama sekali dengan PDI-P, terus gua kagum sama Prabowo Subianto tapi nggak begitu suka sama Gerindra dan masih banyak lagiiii. Terus alesan gua yang terakhir adalah GUA TAKUT DOSA kalo salah milih pemimpin. :)


Terimakasih sudah menyempatkan untuk membaca tulisan keresahan gua.













Comments

Post a Comment